METODE SAMPLING BIOTIK (TUMBUHAN DAN HEWAN SESSILE)

METODE PLOT (BERPETAK)

PLOT dapat berbentuk persegi (kuadrat), segitiga ataupun lingkaran, tetapi yang paling umum dipakai adalah plot kuadrat.

Penerapan metode plot dapat dilakukan dengan dua cara : plot tunggal dan plot berganda

Metode plot Tunggal yaitu penggunakan satu plot sampling yang dianggap mewakili suatu areal penelitian. Ukuran plot ditentukan dengan cara menggunakan kurva spesies area (Kurva minimun area). Luas minimun yang diamati ditentukaqn dengan cara:

Buat plot ukuran sembarang yang dianggap memiliki keragaman tumbuhan yang mewakili area penelitian. Catat luas plot dan identifikasi jumlah spesies yang ditemukan.

Buat plot dengan ukuran 2 kali ukuran plot pertama, dan identifikasi jumlah spesiesnya. Bandingkan jumlah spesies yang ditemukan pada plot pertama dengan spesies yang ditemukan pada plot kedua. Jika jumlah penambahan psesies pada plot kedua lebih dari 10 %, lakukan prosedur ke dua dan seterusnya.

Luas minimum yang dijadikan plot pengamatan final adalah jika penambahan jumlah spesies tidak lebih dari 5 % atau 10 %.

Metode Plot ganda

Prosedurnya dilakukan dengan cara menggunakan banyak plot yang letaknya tersebar merata, dapat ditentukan dengan cara acak maupun sistematik.

Ukuran plot sangat bervariasi tergantung dari kelompok organisme yang akan diamati.

Untuk pengamatan vegetasi tumbuhan sekaligus dari kelompok pohon, sapling dan vegetasi dasar umumnya digunakan plot bersarang (Nested plot atau nested quadrat).

Metode Transek (Jalur).

Metode transek dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu: Line intercept (Line transect); Belt transect, dan Strip sensus.

Line Intercept (Line transect); Metode ini biasanya digunakan untuk mempelajari komunitas padang rumput

Belt  transect : Metode ini umumnya digunakan untuk analisis  suatu kawasan hutan yang luas dan belum diketahui keadaan sebelumnya. Cara ini efektif untuk mempelajari perubahan keadaan vegetasi menurut keadaan tanah, tofografi dan elevasi.

Lebar transek anatar 10 – 20 m, dengan jarak antar transek 200 – 1000 m tergantung intensitas yang dikehendaki.

Contoh: untuk hutan dengan luas 10.000 ha intensitas yang digunakan 2 %, sedangkan untuk  hutan yang luasnya kurang dari 1000 ha intensitasnya 10 %.

 

Buat jalur selebar 10 atau 20 m (tergantung kebutuhan) dengan panjang transek menyesuaikan kondisi lapangan ( misal 200 – 1000 m).

Buat petak-petak kontinyu pada jalur  tersebut dengan ukuran disesuaikan lebar jalur (jika lebar jalur 10 m, maka petak berukuran 10 x 10 m). Petak yang dijadikan plot pengamatan sebaiknya posisinya berselang-seling.

Jika pengamatan untuk semua kelompok tumbuhan (pohon, pole, pancang, seedling) sebaiknya dibuat model plot bersarang (Nested plot), sedangkan jika pengamatan hanya untuk salah satu kelompok tumbuhan saja cukup dengan plot biasa yang lebarnya disesuaikan dengan kebutuhan.

Metode Strip sensus: umumnya digunakan untuk  analisi vertebrata terestrial. Metode ini mirip dengan line transek, yaitu dengan cara berjalan sepanjang garis transek, dan mencatat ( mensesus) spesies yang diamati disepanjang garis transek. Datanya biasanya digunakan untuk indeks kepadatan atau indeks populasi.

METODE KUADRAN

Metode ini digunakan jika hanya vegetasi tingkat pohon yang menjadi objek penelitian. Metode ini digunakan untuk mengetahui komposisi, dominasi pohon dan menaksir volunenya.

Metode kuadran dibedakan atas 2 macam; Point quarter dan wandering quarter.

Point quarter: digunakan jika distribusi pohon yang akan diteliti acak (Bukan hutan dengan pengelompokan tinggi)

Wandering quarter : metode ini lebih fleksibel dapat diterapkan pada populasi pohon dengan pola distribusi acak, berkelompok ataupun seragam.

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s